Memilih diantara pertautan hati

Hatiku masih jauh dari kata teguh
Imanku fluktuasi tak menentu 
Terkadang aku mengalir mengikuti arah zaman
Tetapi terkadang ada pertautan dalam hati untuk tebih baik tanpa tergerus zaman 
Aku bukan wanita yang bisa diam.
Aku terkadang banyak sekali bicara
Dengan siapapun dia yang di hadapanku,
Tak kubatasi diskusiku pada akhwat ataupun ikhwan
Meski aku juga punya batas akan menjaga diriku 
Banyak mereka yang berkata ini proses 
Adapula sebagian dari temanku berkata bahwa kamu mesti membatasi berbicara dengan si pulan karena kamu bukan muhrimnya
ya aku mengerti sangat mengerti aku tahu bagaimana memperlakukan diriku 
Bagaimana menjaga harkatku sebagai wanita 
Aku memang sangat senang punya banyak teman 
sekali lagi melihat sekelilingku, aku ingin bersyar'i
Tetapi lagi-lagi aku dihadapkan pada budaya keluargaku, yang takut apabila sehelai kain terjuntai panjang akan menjadikan aku orang yang berbeda
Tetapi lain hal lagi aku berpikir aku masih banyak kekurangan 
Kadang aku ulurkan kain itu menutupi dadaku, ku jaga agar tak menerawang, ku tutupi aurat kakiku 
Aku kecilkan suaraku.
Aku diam pada ikhwan di depanku
Namun terkadang kain itu masih tembus pandang meski aku tetap menutupi dadaku..
Tak ku selimuti kakiku, ku biarkan sepatu cantik dengan kulit kaki yang terlihat..
itulah diriku :-)
untuk kamu jangan pernah takut untuk melewati hal ini sepertiku ya benar kata mereka ini proses memang perjalan hidup ini proses ... 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bila Tiba Waktu Berpisah

NASIHAT BAGI PENGUASA